Archive for Februari, 2009

Tarif air PDAM Kendal naik!

Posted on Februari 11, 2009. Filed under: complain! |

Lagi… nambah lagi expense hidup 😦kehidupankuliah5

Bulan lalu abis bayar rekening PDAM sekitar Rp. 35 ribu rupiah. Tanggal 10 Pebruari kemarin dah naik jadi Rp. 53 ribu rupiah… Kok ya “mbalik” angkanya tok! Gileee berapa persen tuh naiknya? Lebih dari 50% bro! Padahal di rumahku cuman diisi 3 jiwa, itu aja yg 1 masih 3 taon…

Padahal kemaren Kendal abis diserbu banjir kan airnya buanyak banget (nggak nyambung ya heheheh… masak mo mandi, cuci, minum pake air banjir :D). Buat orang yg mampu mungkin nggak masalah, tapi buat ekonomi menengah ke bawah apalagi sampe ndlosorrr… kenaikan sebesar itu mah berat SOB!

Oh Indonesiaku… kapan kamu jadi makin baik…? Kenapa hidup di Indonesia makin lama makin sulit…

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( 1 so far )

My Sister…

Posted on Februari 5, 2009. Filed under: family, good news, santai |

Siang ini abis jemput Afa dari sekolah… ngobrol panjang lebar sama Ibu (Yang-ti nya Afa). Rupanya Dheni adekku yang merantau di pulau Sulawesi dah bener-bener kerasan tinggal disana. Aktivitas di kantornya, di Badan Riset dan Teknologi Menado (Sulawesi Utara) “milik” Depperindag bener-bener membuatnya nyaman dipandang dari setiap sisi. Terutama dalam hal sosialisasi antar personalnya.

Walaupun memang terdiri dari berbagai macam unsur (agama, suku dan yang lainnya), tetapi solidaritas dan kerukunannya sangat tinggi. Memang jumlah muslim disono bisa dikatakan minoritas, tapi hubungan sosial yang dirasakan Dheni sangat menyenangkan. Contoh saja, ketika seorang rekan kerjanya yang kebetulan pemeluk Nasrani sedang mengadakan sebuah jamuan dalam pertemuan, mereka sangat menghormati pihak Muslim. Orang Nasrani tidak akan menyuguhkan makanan yang mengandung (maaf) babi, bahkan mereka “nyelo’ke” (menyempatkan) membelikan makanan dari rumah makan yang dikelola orang Muslim, entah itu ayam goreng, ikan bakar, ataupun makanan lain yang tidak diharamkan dalam Islam.

Ketika saat melepas keberangkatannya dulu, kami semua sedih dan selalu dibayangi dengan perasaan takut dan khawatir… bagaimana tidak, Dheni, cewek yang belum genap berusia 25 tahun harus siap untuk tinggal sendiri di Menado. Merantau di tanah orang, menerima tanggung jawab menjadi bagian dari birokrasi Pemerintah RI. Namun setelah minggu demi minggu, bahkan bulan demi bulan, setiap kali mendengar celotehannya betapa ternyata kehidupan di Sulut tidak seburuk yang dibayangkan, bahkan dia berani meng-klaim tidak akan menemukan kerukunan itu di pulau Jawa. Heheheh… ekstrim banget ^_^ tapi banyak juga kok kebaikan-kebaikan di pulau Jawa ini.

Ternyata memang berbeda dengan kenyataan yang terjadi di Ambon, Maluku… Memang Nusantara tercinta kita ini penuh dengan mesteri dan kejutan.

Salut, banggaku dan doaku untukmu Dhen…

Baca Pos Lengkap | Make a Comment ( None so far )

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...